Singkil, (13-10-2025) – Tim Pendamping Profesional (TPP) Aceh Singkil menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) untuk mengevaluasi dan memantapkan progres pendampingan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat di seluruh wilayah Aceh Singkil. Rakor ini menjadi forum strategis untuk memastikan sinkronisasi program dan percepatan realisasi Dana Desa.
Koordinator Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat (TAPM) Aceh Singkil, M. Asmar Faizal Lubis, dalam keterangannya menyampaikan pentingnya pertemuan ini sebagai upaya mengukur efektivitas pendampingan yang telah dilakukan oleh para Pendamping Desa (PD) dan Pendamping Lokal Desa (PLD).
"Rakor ini adalah momen krusial untuk memotret sejauh mana progres pembangunan infrastruktur desa dan program pemberdayaan masyarakat yang bersumber dari Dana Desa sudah berjalan," ujar M. Asmar Faizal Lubis. "Kita ingin memastikan bahwa setiap rupiah Dana Desa termanfaatkan secara optimal, tepat sasaran, dan memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat."
Fokus pada Kualitas dan Akuntabilitas
M. Asmar Faizal Lubis menekankan bahwa selain fokus pada kuantitas pembangunan, TPP juga harus mengedepankan kualitas hasil kerja dan akuntabilitas pelaporan.
"Pendampingan bukan hanya sekadar administrasi, tapi juga memastikan output pembangunan memiliki standar mutu yang baik dan pelaporan keuangannya transparan," tambahnya. Ia juga menyoroti pentingnya peran TPP dalam mendorong inovasi desa dan pengembangan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) agar mampu menjadi motor penggerak ekonomi lokal.
Dorong Partisipasi Masyarakat dan Percepatan Program Prioritas
Dalam Rakor tersebut, dibahas pula strategi percepatan penuntasan program-program prioritas desa, termasuk penyaluran Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) dan program ketahanan pangan.
M. Asmar Faizal Lubis mengajak seluruh Pendamping Desa untuk terus meningkatkan sinergi dengan Pemerintah Kampung (Desa), Badan Permusyawaratan Kampung (BPK), dan elemen masyarakat lainnya. "Partisipasi aktif masyarakat adalah kunci keberhasilan. TPP harus menjadi jembatan komunikasi yang efektif antara pemerintah dengan warga, serta memastikan perencanaan pembangunan desa benar-benar berasal dari kebutuhan masyarakat," tutupnya.
Hasil Rakor ini diharapkan dapat menjadi panduan bagi TPP Aceh Singkil untuk mengakselerasi sisa program tahun berjalan dan merumuskan langkah-langkah strategis untuk perencanaan tahun berikutnya, demi mewujudkan desa-desa yang mandiri dan berdaya di Aceh Singkil. (Edt)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar